Pembahasan Arthropoda

A. Pembahasan
1.      Valanga sp.
a. Morfologi
Berdasarkan hasil pengamatan yang kami lakukan, Valanga sp. yang kami amati menunjukan ciri dari Valanga sp. betina. Hal ini ditandai dengan adanya ovipositor dibagian posterior tubuhnya. Selain itu, struktur tubuh Valanga sp. cukup kompleks. Tubuhnya memiliki eksokeleten yang berfungsi untuk melindungi organ dalamnya, dengan adanya eksokeleten ini membuat tubuh Valanga sp. sedikit keras dan kaku. Bagian-bagian tubuhnya terdiri dari kepala, dada dan perut. Ketiganya sudah bisa dibedakan dengan jelas. Pada bagian kepalanya kami menemukan torgan-organ tertentu antara lain sepasang antena,  ocelli, mata majemuk, genae, clypeus, mandibula, maxila, labrum, labium, maxila palpus, dan labium palpus. Pada bagian dada (thorax) terdiri dari tiga segmen yaitu prothorax (anterior), mesothorax (tengah) dan metathorax (posterior). Pada bagian ini ditemukan dua pasang sayap. Pada prothoraxnya ditemukan sepasang sayap yang lebih tebal dibandingkan dengan sepasang sayap yang ada pada bagian mesothorax dan metathoraxnya. Kaki Valanga sp. terdiri dari tiga pasang. Ketiganya berada pada bagian dada (thorax). Kaki Valanga sp. yang berukur lebih besar dan panjang terdiri dari coxa yang bersendi dengan tubuh , trochanter, femur, tibia yang ramping dan berduri, tarsus  dan pulvinus. Pada bagian tubuhnya juga terdapat suatu membran tympanum yang berfungsi untuk pendengaran. Dibagian bawah ruas tubuh atau segmennya terdapat suatu lubang-lubang kecil yang merupakan spirakel yang berfungsi untuk respirasi (Kastawi, 2005).
b.   Anatomi
Setelah melakukan pembedahan terhadap bagian tubuh Valanga sp., kami menemukan organ-organ pencernaannya. Dimulai dari mulut yang terdapat pada bagian ujung anterior lalu bersambung dengan kerongkongan (esofagus) setelah itu ke crop (tembolok). Di bagian crop terdapat gastric ceca yang berwarna kuning yang berfungsi untuk menghasilkan enzim-enzim pencernaan. Gastric-caeca yang berperan menghasilkan enzim-enzim ini akan memberikan sekresinya kepada lambung. Dari crop lalu bersambung ke gizard (lambung). Ditemukan pula semacam serabut-serabut putih yang merupakan saluran malphigi yang berperan dalam pembungan sisa metabolisme atau ekskresi. Dari gizard lalu ke intestine  (usus). Setelah intestin lalu bersambung dengan rektum dan berakhir pada anus yang terletak pada bagian posterior tubuhnya (Kastawi, 2005).
2.   Valanga nigricornis
a.    Pengamatan morfologi
Dilihat dari susunan morfologinya hewan ini dapat dibedakan dengan jelas antara kepala (cephal), dada (thorax), dan perut (abdomen). Species ini mempunyai sepasang antena, dua buah mata majemuk dan dua pasang sayap dimana sayap depan lebih sempit dibandingkan dengan sayap belakang. Memiliki tiga pasang kaki dimana kaki belakang mempunyai ukurang yang lebih besar dibandingkan dengan kaki lainnnya.v bagian kepalanya dilengkapi dengan antena serta terdapat alat-alat tambahan lainnya berupa tiga buah mata sederhana (ocelli). Pada ruas pertama abdomen terdapat suatu membran alat pendengaran yang disebut tympanum (Kastawi, 2005).
3.   Gryllus sp.
a.    Pengamatan morfologi
           Spesies ini termasuk dalam ordo Orthoptera Memiliki dua pasang sayap, sayap depan lebih tebal dan seperti kertas dari kulit yang disebut tegumina. Sayap belakangnya berupa membran dan dilipat seperti kipas dan terletak dibawah sayap depan. Alat mulut pada species ini tipe menggigit. Tubuhnya dapat dibedakan menjadi kepala, dada, dan perut. Kakinya terdiri dari tiga pasang dan kaki belakang memiliki ukuran yang lebih besar dan memiliki bagian-bagian yang lebih kompleks dibandingkan dua pasang kaki yang lainnya. Kaki belakang yang besar ini digunakan untuk meloncat. Species ini mampu menghasilkan suara, suara disebabkan karena saling menyentuhnya tegumina bersama-sama  (Yeti, 2011).
4.   Manthis religiosa
a.  Pengamatan morfologi
Species ini mempunyai delapan segmen. Bentuknya unik dengan bagian kepala yang kecil dan seperti segitiga. Bagian tubuhnya semakin ke arah posterior semakin membesar. Kakinya berjumlah tiga pasang. Tipe mulutnya pengunyah. Species ini juga memiliki dua pasang sayap, sayap depan lebih tebal dan seperti kertas dari kulit yang disebut tegumina. Sayap belakang berupa membran yang dapat dilipat seperti kipas dan terletak di bawah sayap depan. Tubuhnya tersusun oleh eksokleton yang melindungi sistem organ yang lunak sebelah dalam. Eksokeleton merupakan kutikula yang terbagi atas segmen-segmen (Yeti, 2011).
5.   Dynastes neptunus
a. Pengamatan morfologi
              Memiliki tiga pasang kaki pada bagian tubuhnya. Berwarna hitam dan memiliki sepasang antena. Tubuhnya dilapisi eksokeleten dan terdiri dari kepala, dada dan perut. Semakin ke arah posterior segmen tubuhnya semakin membesar. Pada bagian tubuhnya berwarna hitam terlihat bintik-bintik berwarna  putih dengan susunan tertentu.
6.   Cicindela sp.
a.    Pengamatan morfologi
         Spesies ini memiliki segmen yang berjumlah lima. Memiliki antena sepasang pada bagian kepalanya. Cepalo, thorax dan abdomen jelas terlihat atau bisa dibedakan. Masuk ke dalam classis Coeloptera sehingga sayap depan memiliki selubung yang keras, bertanduk, tidak bervenasi, dibawahnya terlipat sayap belakang yang tipis berupa membran. Species ini memili tipe mulut menggigit.
7.   Giant waterbug (Belostomidae)
a.    Pengamatan morfologi
Species ini memiliki bentuk tubuhnya lonjong. Kakinya terdapat tiga pasang. Memiliki tiga segmen pada bagian tubuhnya. Bagian tubuhnya terdiri dari kepala, dada, dan perut. Species ini dikenal sebagai raksasa bug air. Sebagian besar species dalam keluarga Giant water Bug ini masih merupakan kumbang terbesar di dunia. Serangga ini adalah predator paling gesit, menangkap dan memakan ikan dan katak. Mereka sangat pintar menipu musuhnya dan bisa bergerak di permukaan air, menunggu mangsa mendekat. Dalam beberapa kasus, gigitan mereka bisa menyebabkan kerusakan permanen pada manusia. Kadang-kadang ketika berhadapan dengan predator besar, seperti manusia, mereka akan “berpura-pura” dan memancarkan cairan dari anus yang sangat menjijikan (Jafar, 2013).
8.   Xyleborus sp.
a.    Pengamatan morfologi
         Spesies ini memiliki delapan segmen pada tubuhnya. Memiliki tiga pasang kaki. Bentuknya lonjong dan berwarna hitam. Tubuhnya ditutupi oleh eksokeleten. Bentuk tubuhnya sangat unik terutama pada bagian kepalanya terdapat antena dengan bentuk yang khas dan tidak ditemukan pada spesies serangga lainnya.
9.   Apis melifica
a.    Pengamatan morfologi
Species ini memiliki tubuh yang terdiri kepala (caput), dada (thorax), dan perut (abdomen). Seperti halnya insekta lain species ini tidak mempunyai kerangka internal tempat otot bertaut, tetapi sebagai penggantinya adalah penutup tubuh eksternal yang mengandung Chitin dan menutupi organ dalam. Memiliki mata sederhana dan mata majemuk dan terdapat sepasang antena pada bagian kepalanya. Terdapat sengat pada bagian posteriornya yang berfungsi untuk melindungi diri dan menyerang mangsanya (Nasution, 2009).
10.  Acada sp.
a.    Pengamatan morfologi
Spesies ini memiliki tubuh berwarna hitam kecoklatan dan bentuk tubuhnya bulat memanjang. Sayapnya tipis dan transparan dan memiliki tiga pasang kaki. Bagian tubuhnya dapat dibedakan antara kepala, dada dan perut. Pada bagian kepalanya memiliki sepasang mata majemuk dan sepasang antena.
11.  Dundubila manifera
a.    Pengamatan morfologi
Spesies ini memiliki tubuh berwarna hitam dan memiliki tiga segmen dan sudah bisa dibedakan antara kepala, dada dan perut. Sayapnya tipis dan transparan. Memiliki 3 pasang kaki dan sepasang antena. Pada bagian kepalanya terdapat sepasang kaki majemuk. Bagian ventral tubuhnya lebih berwarna terang dibandingkan dengan bagian dorsal tubuhnya.
12.  Macrobrachium sp.
a.    Pengamatan morfologi
Macrobrachium sp. atau dalam bahasa indonesia disebut udang galah adalah salah satu species dari classis crustacea yang cukup familiar karena biasa dimanfaatkan sebagai bahan makanan. Sama seperti species  dalam classis crustacea yang lain  tubuh udang galah  terbagi dalam dua bagian yaitu cephalothorax yaitu kepala dan  dada yang menyatu serta  abdomen yaitu perut sampai ekor. Chepalothorax tertutup oleh cangkang yang disebut carapace. Ujung depan carapace yang berupa tonjolan runcing dan bergerigi disebut rostrum. Bagian kepala terdiri dari 6 ruas (Alvi, 2008) dan ruas pertama terdapat mata. Seluruh tubuh udang galah terdiri dari ruas - ruas (segment) yang terbungkus oleh eksoskleton yang terbuat dari bahan kitin yang diperkeras oleh bahan kapur (Aldia, 2010).
13.  Cambarus sp.
a.    Pengamatan morfologi
Tubuhnya terbagi menjadi dua bagian yaitu cephalothorax dan abdomen. Cephalothorax terdiri atas 13 ruas (Andre, 2012). Kepala merupakan gabungan dari 5 somit (segmen tubuh) yaitu: dua pasang antenna, sepasang mandibula dan dua pasang maxilla (Alan, 2009). Tubuhnya beruas terdiri atas plat (lembaran) dorsal yang disebut tergum. Plat ventral disebut sternum, plat yang menggantung menyebelah disebut pleuron, plat antara pleuron dan kaki disebut epineura. Chepalothorax ditutupi cangkang keras yang disebut carapace, bagian carapace yang menonjol disebut rostrum. Abdomen umumnya terdiri atas 6 ruas (Andre, 2012).
Di ujung abdomen terdapat telson. Pada bagian kepalanya terdapat sepasang mata, sepasang antenna yang panjang, dan sepasang antenule yang lebih pendek dari antenna. Cambarus sp. memiliki lima pasang kaki  jalan pada bagian thorax dan lima pasang kaki renang yang memilki selaput yang terdapat pada abdomen. Kaki renang ini juga digunakan untuk mengangkut telur. Cambarus sp. sangat umum dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan memilki nilai protein yang cukup tinggi (Andre, 2012).
14.  Pagurus sp.
a.    Pengamatan morfologi
Berbeda dari species crustacea yang lain cangkang pada Pagurus sp. terpisah dari tubuhnya karena ia menggunakan cangkang bekas hewan lain seperti cangkang gastropoda. Selebihnya karakteristik dari Pagurus sp. sama seperti crustacea yang lain yaitu bagian tubuhnya terdiri dari dua bagian yaitu cephalothoraks dan abdomen. Pagurus sp. memilki capit sebagai proteksi diri. Ia juga memilki sepasang antenna dan antennula dan memilki mata majemuk di ujung eyestalk.



15.  Uca pugnax
a.    Pengamatan morfologi
Uca pugnax merupakan salah satu species dari phyllum Arthropoda yang termasuk kedalam classis crustacea. Species ini memiliki dua bagian tubuh yaitu chepalothorax dan abdomen. Hewan ini memiliki lima pasang kaki. Berbeda dengan species lainnya, Uca pugnax hanya memiliki satu cheliped pada bagian kiri tubuhnya apabila dilihat dari arah dorsal. Sedangkan kaki yang menjadi pasangan dari cheliped tidak ikut termodifikasi. Tubunya dilindungi oleh carapace yang berfungsi sebagai tempat berlindung dari predator, panas, dan air pasang yang masuk.
Tubuh  Uca Pugnax dilapisi cangkang keras atau eksoskeleton, hewan ini memiliki sepasang capit, salah satu capitnya berukuran lebih besar dan lebih terang hal ini terdapat pada jantan, pada betina ukuran capitnya sama. Uca Pugnax atau kepiting fiddler adalah kepiting yang paling umum dalam rawa garam dan mereka memegang  peran penting dalam komunitas rawa garam, kepiting fiddler membantu melestarikan ekosistem lahan basah pesisir dengan menggali jauh ke dalam lumpur rawa-rawa, kepiting membuat labirin terowongan yang  menambah oksigen rawa bawah air (Texas, 2009).
16.  Squilla mantis
a.    Pengamatan morfologi
         Squilla mantis adalah spesies udang mantis yang termasuk kelas malacostraca. Bagian tubuhnya terdiri dari cephalothorax. Hidup bermuara dalam kelompok, keluar untuk mencari makan pada malam hari sedangkan siang hari menguburkan dirinya. Hewan ini memiliki simetri tubuh bilateral simetri dan beruas-ruas (Brotowidjoyo, 2004).
         Habitatnya hidup dalam lubang yang digalinya sendiri di pantai yang berpasir lumpur atau dalam celah batu karang. Alat ekskresi hewan ini berupa kelenjar hijau yang terletak dibagian bawah kepala, enterior esophagus, setiap kelenjar terdiri atas bagian glanduler berwarna hijau virecera urra terbentuk dari dilatesi dinding yang tipis dan saluran yang bermuara keluar melalui suatu putri terletak di bagian ventral segmen antenna (Kastawi, et.al, 2005).
         Salah satu udang konsumsi yang nilai ekonomisnya terus meningkat dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat adalah udang ronggeng salah satu informasi penting yang belum diketahui adalah jenis dan jumlah vitamin yang terkandung daging udang ronggeng (Jacoeb, et.al, 2008).
17.  Scolopendra galapagoensis
a.    Pengamatan morfologi
Scolopendra galapagoensis atau lipan besar Galapagos termasuk dalam kelas chilopoda yang dapat bergerak dengan cepat dan gesit. Biasanya disebut dengan sebutan centipoda. Bertempat tinggal di darat dan merupakan hewan terrestrial yang aktif memakan hewan lain sehingga dapat juga disebut sebagai hewan karnivora. Bernapas dengan trakea. Tubuh hewan ini pipih dan dan segmen terlihat dengan jelas. Pada masing-masing segmen terdapat sepasang kaki pada bagian ventral. Hewan ini memiliki antena yang panjang pada kepalanya.
Hewan ini juga dilengkapi dengan sepasang rahang beracun yang berfungsi untuk mengeluarkan racun guna meracuni mangsanya. Tubuhnya cukup panjang berwarna cokelat gelap kehijau-hijauan. Alat kelaminnya terpisah, alat kelamin terdapat pada bagian akhir segmen. Hewan ini sangat berbahaya. Kelabang sebenarnya bernilai ekonomis bagi kehidupan manusia karena dapat dijual sebagai bahan makanan bagi ikan-ikan hias terutama ikan arwana dan lou han (Andre, 2010).
18.  Scalopendra heros
a.    Pengamatan morfologi
Scolopendra atau kelabang memilki banyak ruas pada tubuhnya dengan sepasang kaki pada setiap ruas tubuhnya terdapat sepasang kaki kecuali pada ruas di belakang kepala dan dua ruas terakhir, karena pada segmen di belakang kepala terdapat satu pasang “taring bisa” (maksiliped) yang berfungsi untuk membunuh mangsanya. Pada kepala terdapat sepasang antena panjang yang terdiri atas 12 segmen, dua kelompok mata tunggal dan mulut. Walaupun dianggap tidak memiliki manfaat namun ternyata Scolopendra heros dan species chilopoda lain mempunyai andil dalam memecah bahan-bahan organik atau serasah untuk membentuk humus (Andre, 2010).
19.  Spirobolus sp.
a.    Pengamatan morfologi
Spirobolus sp. atau kaki seribu hidup di tempat gelap yang lembab, misalnya di bawah batu atau kayu yang terlindungi dari matahari. Memiliki antenna yang digunakan untuk menunjukkan arah gerak. Kakinya bergerak seperti gelombang sehingga pergerakkannya sangat lambat. Makanan dari Spirobolus sp. adalah sisa tumbuhan atau hewan yang telah mengalami pembusukkan. Jika ada bahaya, tubuhnya menggulung seperti benda mati sebagai upaya untuk mempertahankan diri.
Ordo ini memiliki kelenjar yang dapat menyemprotkan cairan yang mengandung sianida dan iodium untuk mengusir musuhnya. Tubuh Spirobolus sp. berbentuk bulat memanjang, memiliki banyak segmen. Tubuhnya ditutupi lapisan yang mengandung garam kalsium dan warna tubuhnya mengkilap. Kepala memiliki dua mata tunggal, sepasang antenna pendek, dan sepasang mandibula. Toraksnya pendek terdiri ats 4 segmen. Setiap segmen memiliki 2 pasang kaki, kecuali segmen kedua hingga segmen ke ketiga.
Hewan kelompok ini memiliki abdomen panjang, tersusun atas 25 hingga lebih dari 100 segmen. Setiap segmen memiliki 2 pasang spirakel, ostia (lubang), ganglion saraf, dan 2 pasang kaki yang terdiri atas tujuhruas. Hewan yang tergolong Diplopoda memiliki sistem pencernaan yang lengkap. Sistem pencernaanya disusun oleh sustu saluran lurus dengan 2 atau 3 pasang kelenjar ludah. Di daerah ujungnya terdapat 2 saluran Malphigi panjang untuk ekskresi. Sistem peredaran darah pada Diplopoda merupakan system peredaran darah terbuka. Alat reproduksinya dinamakan gonopod, berada pada segmen yang ke-7. fertilisasi pada Diplopoda terjadi secara internal. Hewan betina ordo ini membuat sarang untuk menyimpan telur (Tabin, 2010).
20.  Nephilla sp.
a.    Pengamatan morfologi
Nephila sp. termasuk kedalam genus laba-laba araneomorph. Species ini banyak ditemukan di seluruh dunia. Laba-laba jenis ini biasa disebut penenun bola sutra emas, laba-laba kayu raksasa atau laba-laba pisang. Di Amerika Utara, kadang-kadang laba-laba ini disebut sebagai writing spider atau laba-laba penulis, hal ini dikarenakan pola perpindahannya membentuk zig-zag ketika membentuk jaring. Nama Nephila sendiri berasal dari Yunani kuno yang artinya menyukai berputar (nen=berputar, phillos=cinta). Tubuhnya berwarna merah hingga kuning kehijauan pada bagian cephalothorax hingga bagian awal abdomen. Nephila sp. disebut sebagai penenun bola sutra emas dikarenakan jaring yang dihasilkannya berwarna emas dan membentuk bola, bukan dari warna tubuhnya (Linnaeus, 1767).
21.  Limulus Polyphemus
a.    Pengamatan morfologi
         Limulus polyphemus memiliki tiga bagian utama tubuh: kepala daerah, yang dikenal sebagai  (prosoma), bagian perut (opisthosoma), dan ekor tulang belakang (telson). Karapak berbentuk seperti tapal kuda, dan warna abu-abu kehijauan sampai coklat gelap. Betina biasanya 25 sampai 30 persen lebih besar dari laki-laki dan dapat tumbuh hingga 60 cm panjang (termasuk ekor). Limulus polyphemus memiliki kemampuan langka yaitu dapat menumbuhkan kembali anggota badan hilang , dengan cara yang mirip dengan bintang laut. Otak dan jantung pada Limulus polyphemus berada di prosoma.

         Hewan ini  memiliki (chemoreceptor) organ indera yang berbau pada daerah segitiga yang dibentuk oleh exoskeleton bawah tubuh dekat mata ventral. Habitatnya di Teluk Meksiko dan sepanjang samudra Atlantik pantai Amerika Utara. kadang-kadang ditemukan di Eropa. Limulus polyphemus sebagai spesies untuk komunitas riset medis dan dalam pengujian medis. Reaksi pada pembekuan darah Limulus polyphemus digunakan untuk mendeteksi bakteri endotoksin dalam obat-obatan dan untuk menguji beberapa penyakit yang disebabkan oleh bakteri (Syahid, 2012).

DAFTAR PUSTAKA
Sumber Buku
Brotowidjoyo, Mukayat Djarubito. (1993). Zoology Dasar Edisi Kedua. Jakarta : Penerbit Erlangga
Campbell,dkk. (2008). Biologi. Jakarta : Erlangga
Jacoeb. (2008). Perubahan Komposisis Kimia dan Vitamin Daging Udang Ronggeng (Harpiosquilla rophidea) Meat by Boiling. Bogor : Institut Pertanian Bogor
Kastawi,Yusuf. (2005). Zoologi Invertebrata. Malang : UM Press
Sutarno. (2014). Hand Out Zoologi Invertebrata. Bandung : Universitas Pendidikan Indonesia
Syulasmi,A. Sriyati, S. Peristiwati. (2011). Petunjuk Praktikum Zoologi Invertebrata. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia
Sumber Internet
Adhi, Diana. (2008). Phylum Arthropoda. [Online]. Tersedia http://gurungeblog.com/2008/11/12/phylum-arthropoda/. Diakses 22 April 2014
Alan. (2009). Inventarisasi dan Klasifikasi Hewan. [Online]. Tersedia: http://aland-nr.blogspot.com/2009/10/inventarisasi-dan-klasifikasi-hewan.html. Diakses 9 Mei 2012
Aldia. (2011). Klasifikasi dan Morfologi Udang Galah . [Online].Tersedia: http://kuliahitukeren.blogspot.com/2011/08/klasifikasi-dan-morfologi-udang-galah.html. Diakses 5 Mei 2012
Alvi. (2008). Udang Galah. [Online]. Tersedia: http://iwakku.blogspot.com/2008/11/udang-galah.html. Diakses 4 Mei 2012
Andre. (2012). Udang-Cambarus. [Online].Tersedia: http://andre4088.blogspot.com/2012/01/udang-cambarus-sp.html. Diakses 3 Mei 2012
Andre. (2010). Kelas Chilopoda dan Kelas Diplopoda. [Online]. Tersedia: http://www.artikelbagus.com/2011/12/kelas-chilopoda-dan-kelas-diplopoda.html. Diakses 9 Mei 2012.
Jafar. 10 Serangga paling cantik di dunia. [Online]. Tersedia di : http://blogjih.blogspot.com/2013/08/10-serangga-paling-cantik-di-dunia.html?m=1. Diakses 7 Agustus  2013.
Linnaeus. (1767). Nephila clavipes. [Online]. Tersedia: http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_Nephilidae_species. Diakses 23 April 2014.
Nasution, Sanusi.(2019).  Apis mellifica. [Online]. Tersedia di : http://sanoesi.wordpress.com/2009/05/27/biologi-lebah-madu/ . Diakses 27 Mei 2009.
Syahid, S. (2012). Ulasan Lengkap Tentang Limulus Polyphemus. [Online]. Tersedia: http://mulaidengankanan.blogspot.com/2012/04/limulus-polyphemus.html. Diakses 25 April 2014.
Tabin, A. (2012). Spiborus sp. dan Jenis Lainnya. [Online]. Tersedia: http://tio-uwais.blogspot.com/2012/05/spiborus-sp-dan-jenis-lain-pembahasan.html. Diakses 25 April 2014.
Texas, P & W. (2009). Uca Pugnax. [Online]. Tersedia: http://www.tpwd.state.tx.us/huntwild/wild/species/fiddler/ . Diakses 7 Mei 2012.
Yeti. (2011). Gryllus sp (jangkrik). [Online]. Tersedia di  : http://kancanedewe.blogspot.com/2011/08/gryllus-sp-jangkrik.html  . Diakses 22 Agustus 2011

Yeti. (2011). Mantis religiosa (belalang sembah). [Online]. Tersedia di : http://kancanedewe.blogspot.com/2011/08/mantis-religiosa-belalang-sembah.html . Diakses 22 Agustus 2011

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEMBUATAN 100 ml LARUTAN ALKOHOL DENGAN KONSENTRASI 50%

makalah yoghurt

UJI BENEDICT